Interogasi - Jakarta - Tokoh Tionghoa yang juga mantan Wakil Bendahara Umum DPP PKB (era Gus Dur) Bambang Sungkono, mengomentari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai melupakan falsafah warga masyarakat Tionghoa dalam tindakannya menentang kebijakan serta mengundurkan diri dari Partai Gerindra yang mengusungnya pada Pilkada 2012 lalu.
“Para leluhur orang Tionghoa mengajarkan bahwa kita jangan seperti kacang lupa akan kulitnya. Ada empat prinsip yang harus dipegang manusia dalam hidup ini. Pertama LIE artinya harus sopan santun,” katan Bambang Sungkono, di Jakarta.
Kedua IE, yang artinya harus ingat budi dan harus ksatria, ketiga LI-EN adalah hidup sederhana dan tidak korupsi. “Dan yang terakhir adalah CHE, artinya tahu malu,”tutur pengusaha otomotif yang akrab dipanggil Akwet ini.
Dalam konteks ini, lanjut Bambang, Ahok tidak menjalankan IE.Misalnya saja pada saat kampanye Pilpres, Ahok tidak terlihat berupaya all out untuk memenangkan Capres dari partai yang mengusungnya pada Pilkada lalu. “Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang berjuang habis – habisan memenangkan Jokowi atau Ahmad Heryawan yang all out memperjuangkan Prabowo di Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, selama memimpin DKI sebagai wagub, tindakan dan ucapan Ahok dinilai tidak memiliki LIE yaitu sopan santun dan tata krama. Salah satu contohnya adalah dirinya mengaku sebagai ‘preman berseragam ‘ dan memaki-maki orang lain yang mungkin usianya lebih tua dan disiarkan di Youtube. Ahok juga dinilai tidak melakukan prinsip CHE, dengan masih menggunakan mobil mewah dan pengawalan di jalan, sehingga disaat masyarakat menghadapi kemacetan di jalan, dia justru melenggang lancar.
“Saya yakin Gerindra saat Pilkada lalu mengusung Ahok dengan tulus, bukan karena ada uangnya. Gerindra saat itu melihat sosok Ahok adalah putera Tionghoa yang baik serta idealis”
Bambang menambahkan, warga Tionghoa di Indonesia khususnya di Jakarta sangat bangga Ahok mendapat kepercayaan masyarakat dari berbagai suku dan etnis di Jakarta untuk mendampingi Jokowi sebagai Wagub. Namun jangan sampai tindak-tanduk Ahok selama ini dianggap sebagai cermin warga Tionghoa pada umumnya.
Saat ini Prabowo, lanjut Bambang, masih dalam kedukaan karena kalah di MK. Dalam momentum seperti sekarang ini, Ahok seharusnya tidak meninggalkan Gerindra. Namun Ahok hengkang, dengan alasan menentang konsep Pilkada tidak langsung yang diusung oleh Gerindra dan koalisinya. Biar bagaimana pun, Prabowo saat Pilpres kemarin didukung oleh lebih dari 62 juta rakyat Indonesia.


0 coment rios: